Kamis, 18 Februari 2016

Sulung

Menjadi sulung dari satu? Biasa
Menjadi sulung dari dua? Juga biasa
Menjadi sulung dari tiga? Sepertinya juga biasa

Zaman sekarang keluarga yang punya anak banyak (at least 4 itu udah jarang). Jarang banget malah. Sementara aku dengan keluarga besar bahagiaku. Ada Ayah, Ibu dan 7 orang anak termasuk aku. Ya, 7 orang anak. Kalau pepatah zaman dulu mengatakan banyak anak banyak rezeki. Alhamdulillah aku rasakan sekarang. Karena setiap orang rezeki dan jodohnya gak akan ke tukar.

Sebagai sulung (tau kan ya arti sulung, anak pertama deh). Sifat sabar, penyayang, dan berbesar hati sering hilang pergi bagai TURIS (ah udah kayak lagu lyla kan). Menghadapi adik - adik yang berbagai macam bentuk dan sifatnya. Terkadang harus juga menghadapi tuntutan orang tua.

Tuntutan yang paling nyebelin dari orang tua diumur segini adalah NIKAH. Wajar sih anak gadis ini diminta nikah tapi karena aku udah udah dingajiin (bukan diyasinin, read : di kasih pelajaran agama), disekolahin, dikasih makan ama orang tuaku, jadi aku pengen membalas sedikit, membantu dalam hal yang aku bisa bantu, mendengarkan apa yang harus aku dengarkan, memberi pengertian sapa yang tak paham, dan memberi contoh padahal aku masih butuh contoh.

Dari aku kecil ibu sudah berdagang. Berdagang kecil - kecilan, buat kue untuk dititip ke kedai - kedai (read : warung). Dan hingga aku bekerja sekarang diperusahaan orang, akulah karyawan ibu yang masih setia, terkadang aku masih motong sayur, nyetak kuenya, ya walau terkadang semua itu sekarang lebih banyak dilakukan oleh adikku, anak no. 2 namanya ipit.

Tapi aku bangga, ketika aku masih kelas 6 SD, aku udah ganti popok adikku, bersihin pupnya, mandiin, gantiin burita, nyiapin air mandi ibu ketika selesai melahirkan, nyiapin jamu yang diminum ibu ketika hamil dan selesai melahirkan, banyak hal yang mungkin waktu itu anak seumurku belum melakukan (kecuali dy tinggal ama mamak tiri :p). Tapi aku bangga udah bisa melakukan semua ini, semoga ketika giliranku (cie yang dikebut nikah :) aku dapat menyiapkannya sendiri.

Sistem keluarga yang tidak membagi tugas terkadang membuat aku repot, iya kami bekerja apa yang bisa dikerjakan, kami tidak memiliki pembagian tugas, karena apa? Karena menurutku setiap orang memiliki kerepotan tersendiri setiap hari dan ketika aku repot ya udah harusnya adik adikku udah siap sedia mengenai itu. Sistem ini agak repot untuk dibuat pada anak zaman sekarang. Ya, adikku kelima sudah kelas 3 SMP, tapi apa? Dia menurutku gak bisa apa apa.

Saya bahagia, sangat bahagia punya mereka. Tidak banyak yang seberuntung saya. Keluarga besar yang bisa saya pamerkan. Walaupun tidak secetar keluarga HALILINTAR.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar