Senin, 08 Mei 2017

4 bait untuk teman kecilku

"Sudah 2 minggu dia tidak kelihatan, kemana iya?", aku membatin. Hari ini kukunjungi rumahnya. Seperti biasa setelah pulang menunaikan ibadah shalat magrib untuk menunggu waktu shalat isya kita suka membagi kisah hidup kita, mulai dari tentang keluarga, diri sendiri, bahkan tentang sosok lelaki yang kita sukai.

Sedari SD aku sudah sekelas dengannya, waktu SMP kita membagi kisah kita masing - masing karena kala itu aku juga tidak tinggal dimana tempat biasa aku mengembangkan senyumku, tetapi sewaktu SMA hingga sekarang aku kembali ke tanah itu, dimana tempat itu dulunya masih hutan - hutan, masih sepi, kalau kata orang - orang itu tempat jin buang anak. Serem kan?Iya horor. Hihihihi

Tidak tahu lah apa mau dikata sekian tahun usia pertemanan itu, sebegitu seringnya kita bersama tapi tidak ada satupun gambar yang mengabadikan kebersamaan kita. Mungkin 2 pasang mata ayah ibu kita masing - masing telah merekam itu semua."Jaga dirimu baik - baik, kita akan sama sama jadi wanita yang tangguh dimasa depan, menghasilkan insan yang dapat membela agama, bangsa dan keluarga", petuah itu sangat tua, ketika kata - kata itu keluar dari dia untuk membicarakan angan - angan kita, kalau tidak salah umur ku baru 16 tahun sedangkan iya sudah 17 tahun kala itu.
 
Hari berganti pun waktu berlalu, aku dan dia dipisahkan oleh kesukaan yang berbeda. Kita melanjutkan pendidikan ke universitas yang berbeda. Komunikasi kita agak jarang waktu itu, tetapi sesekali aku datangi rumahnya, untuk sekedar tahu dan mengingat kembali masa kecil kita. Di suatu hari selagi aku sibuk dengan praktikum kala itu, adikku mengirimkan pesan singkat. Sempat tak percaya tapi bagaimana, karena aku tahu kondisinya tidak baik belakangan ini. Berdamailah dengan perasaan, pintaku pada hati saat itu. Tidak kuat sebenarnya melihat dia terbujur kaku, ku usap wajah kaku itu, ku cium. Sekarang aku harus percaya kalau dia benar benar tiada. Dia telah cukup tangguh melawan sakit yang dia rasa. Terima kasih karena sedikit banyak mendengar keluh ku tentang hidup, walau kita sama sama masih remaja terakhir berjumpa. -FS-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar