Senin, 08 Mei 2017

Borju~~~~~

Bukan merupakan si anak perantau. Aku hanya anak pinggiran, mungkin sebelah sana sananya kota Medan. Terlahir dari ibu asli Padang dan ayah juga keturunan Padang, tapi lahir di tanah Deli yang banyak berpijak orang Batak. Bahasa batak tak bisa, bahasa Melayu apalagi, bahasa Padang pun karena ibu kalau memarahi kami pasti pakai bahasa itu, jadi seketek seketek (sedikit sedikit) mengertilah.

Aku dan keluarga tinggal di suatu daerah namanya daerah Bromo, kalau aku tepatnya di Bromo Ujung. Dari namanya keliatankan letaknya dimana?Yes, diujung. Mayoritas yang berpijak di tanah yang secara geografis Sumatera Utara ini adalah orang Padang. Padang Kota, Padang Pariaman, Bukit Tinggi berbagai aktivitas orang Padang ada disini. Orang Padang dikenal dengan tukang jahit, bedagang, rumah makan. Andalan keprofesionalismean orang Padang adalah itu.

Di Bromo itu yang paling khas adalah ketika pesta nikahan. Jadwal pesta harus disesuaiin sama jadwalnya Ninik Mamak setempat. Karena ada adat baetong namanya (read: berhitung). Etssss bukan sekedar berhitung, tapi menghitung uang hehehe. Jadi, orang Padang di Bromo dan sekitarnya membuat komunitas, sebenarnya tujuan baetong itu tadi untuk saling membantu. Jadi setiap malam pesta nikahan, uang yang terkumpul baik yang didalam amplop ataupun yang dikasih langsung itu dibacain. Jadi acara keyboard-tan diganti dengan acara baetong. Sekumpulan bapak - bapak duduk di meja yang sudah disiapkan. Kemudian membacakan uang yang terkumpul tadi beserta nama sipemberi. Contoh: kalau Pak Ahong (karena orang Padang ada gelar Bagindo, Sutan, dan Sidi, jadi kita pilih salah satu) (read: Sutan Ahong) kasih uang ke Bapak - Bapak yang ada di belakang meja sebesar 50 ribu, nah si Bapak - Bapak itu akan membacakan pakai microfon."Dari Sutan Ahong limo puluah ribu rupiah limo puluah ribu rupiah kami ucapkan tarimo kasih" si Bapak - Bapak tadi teriaknya begitu.

Terus satu lagi, pesta nikahan orang Padang pasti sampai malam. Dan pas malamnya itu, rame banget. Ngantri makanan sabar - sabar kalau datangnya malam.

Oh iya, didaerah Bromo itu banyak tempat nongkrong juga lo, iya sich kebanyakan Bapak - Bapak yang nongkrng disitu memang. Apalagi TST (Teh Susu Telur) di Bromo. Emmmmm enak - enak kali lah pokoknya. Singkatan Bromo Ujung adalah Borju. Salam dari anak Borju ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar